Melirik balik TC zaman dulu (1)…

Enaknya mulai dari mana ya? Gini aja deh…

Ku punya kenalan seorang alumni teknik informatika (dulu: teknik computer/TC) ITS C02 (angkatan 86, tapi aku disuruh manggil ‘mas’, gak boleh manggil ‘pak’). Suatu ketika, chatting, masnya ini crita (baca baik2 ya!):

Pada zaman dahulu kala (wah, kayak crita apa ae), ketika itu Agustus-September 1990, banyak mahasiswa/mahasiswi ITS sedang KKN (Kuliah Kerja Nyata, skrg TC gak ada ya? kacian deh guwe… adanya cuman Kerja Praktek) di desa KLAIGEDE, kec. SENORI, Tuban. Tahun segitu di situ belum ada listriknya loh. Klo nonton TV, TVnya cuman segede 14″ pake ACCU, dan yang nonton… busyet 100 orang.

Walaupun di situ gak ada listrik dan KKN cuman 2 bulan, tapi banyak suka duka, banyak kenangan indah, banyak kisah asmara di sana. Malam2 mereka jalan di desa gelap banget , jadi hrs bawa senter rek. Pas habis ngasih penyuluhan , desa pas kena wabah muntaber. Tapi penduduk sono, tenang aja tuh malam2 bawa sepeda onthel tanpa lampu, mrk dah terbiasa. Mereka yg mhs, jalan kaki pada nabrak2.

Bicara tentang asmara… ehem… kisah2 asmara antar mahasiswa sendiri dalam 1 kelompok, 1 kelompok terdiri dari 10 orang, dan pasti minimal ada ceweknya… Waktu itu pemilihan group itu diacak / random, 1 kelompok terdiri dari berbagai jurusan dan fakultas. (sebentar, nglantur dulu sebelum lanjut ke kisah asmara. Sabar ya, jangan keburu2. C-02 ceweknya cuma 4 orang, sisanya 21 cowok semua. KKN 2 bulan di desa nan sunyi sepi minim hiburan. gak ada TV, klopun ada cuman TVRI. yak, lanjut.) Masa KKN 2 bulan, banyak yg jadian loh antara 1 kelompok, meski si cewek dah punya pacar dan pacaran lama 1-2 thnan. (wah hebat dong, ya gimana lawong 2 bulan, malam gelap sepi, ditlateni, jadilah.) Itu banyak kasus terjadi di masa KKN waktu itu. Banyak case2 macam itu , dng pacar lama bubar, dan jadian sama yg 1 kelompok. Belum lagi case2 yg jadian sama “JANDA” local setempat hahahaha…. (pasti jandanya masi cantik. Ya tergantung,) kalo pake aji aji, macam ajian JARAN GOYANG :D , pasti lengketlah si MAHASISWA. Terus jadi lah “RANJANG2″ BERGOYANG :D . Dan pas lagi “GOYANG” eh digrebek sama penduduk sekitar, dan si MAHASISWA harus dipaksa mengawini si JANDA.

kisah asmaranya segitu dulu aja… ok, next, skrg ke kisah selanjutnya.

Karena KKN mesti dilaksanakan Agustus-September, passti ada perayaan 17an di desa-desa KKN yang meriah dan ada acara KARNAVAL. Itu gengsi tiap tiap desa, karena dilombakan oleh pak camat. Teman ‘mas’-ku nunggang KUDA jadi patih GAJAH MADA. (kerennya). nah klo mas-nya (‘mas’-ku) ini JADI RAJA rek. Dia JADI RAJA HAYAM WURUK. (keren kali). Dengan 1 permaisuri dan 1 selir. (unbelievable, lebih kereen.) Keren dan malu rek. Sebab mereka disoraki sama teman2 dari desa lain…. Naik kereta kencana , RAJA dan PERMAISURI, dia diapit 2 cewek, 1 PERMASUIR dan 1 SELIR, mantap bok. Gila, 2 orang cewek itu si KEMBAR KEMBANG DESA. Itu karnaval keliling seluruh desa dan berakhir di balai kecamatan. Sungguh melelahkan. Oh iya, temennya yang jadi Patih tadi pantatnya panas karena dia naik kuda gak pake pelana. Ada temennya 1 lagi, karena berjenggot macam wak haji, dijadikan pemuka agama macam brahmana, jalan kaki mengikuti kereta yang ditumpangi ‘mas’-nya. (wah kacian jadi jongos, upsss maaf).

Cerita yang lain nih, waktu KKN juga tapi…

Kalo pas ada pertunjukan keliling DANGDUT, itu juga ramai dikunjungi mahasiswa2 cowok hampir dari semua desa. Penyanyi dangdut desa waktu itu, jogetnya sdh macam goyang Inul daratista rek. Nah pas penyanyi goyang dan pake rok, semua penonton serempak maju mendekat ke panggung. Biasalah, liat celdam si penyanyi, semua penonton merangsek ke depan. dan mereka (‘mas’-ku ini dkk) gak mau dikenali sbg mahasiswa, jadi muka ditutup pake sarung. Mereka merangsek ke depan. Maju merangsek berdesak desak dng penduduk yg juga nonton. Eh gak tahunya dorong-dorongan sama teman sendiri dari desa lain, mrk juga nyamar. kalo ketemu teman dari desa lain, dng kondisi begini , biasane wis pisuh-pisuhan suroboyone metu hahahaha… “j****k tibakno koen yo ndelok, j**p*t rek, goyangane maut rek”. Penduduk sana maklum sebab mrk tahu itu pisuhan suroboyo, gak masalah. ada juga kok penduduk sana yang misuh2, sebgian besar penduduk desa itu kerjana sbg kaum marjinal. Ada yg kerja jadi sopir kenek, dan perempuannya merantau ke surabaya jadi pembokat. ‘mas’-nya dkk berteman sama sopir dan kenek juga waktu itu.

ok rek, cukup critane rek…

klo diliat2, sebenernya zaman dulu itu fasilitas yg ada tuh gak sebrapa, tapi justru dari situ banyak kenangan indah yang bisa dicrita-critakan bwt anak2 muda zaman skrg. Coba bayangkan zaman dulu, SKS: Satu Komputer bwt orang Sekampus (berlebihan kali)… Wah gak enak yo? kata siapa gak enak… justru dari situ, sesama teman jadi lebih akrab. Klo skrg? yah, udah punya laptop sendiri2. klo gak punya laptop, komputer di lab masih banyak yang nganggur tuh. Interaksi jadi kurang. Kadang ada yang gak kenal temen seangkatan, wah2 zaman udah berubah.

Ditulis dalam cerita. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan